"SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PONDOK PESANTREN MODERN AL-MIZAN"

Panggung Gembira

Penampilan Band Al-Mizan

Panggung Gembira

Penampilan-penampilan

Panggung Gembira

Photo bareng pimpinan pondok dengan santri kelas VI

Rampak Bedug

Kesenian Rampak Bedug yang merupakan kesenian asli dari banten, sedang di mainkan oleh para santri.

Drama Arena Santri Kelas V

Pantomin

Drama Arena Santri Kelas V

Sedang memainkan musik acoustik

Foto Wisudawan tahun 2014

Para wisudawan sedang membacakan ikrar

Wisudawan terbaik program TMI 'Ady

Bpk Pimpinan Pondok menyematkan sorban kepada ananda Farhan sebagai wisudawan terbaik program TMI 'Ady

Wisudawan terbaik program tahfidz

Bpk Pimpinan Pondok menyematkan sorban kepada ananda M Arif Juni sebagai wisudawan terbaik program tahfidz

Marching Band

Atraksi dari marching band almizan turut memeriahkan acara wisuda

Penobatan Juara Kelas dan Binang Pelajar

Acara wisuda santri akhir, dimeriahkan juga oleh penobatan juara kelas dan bintang pelajar

Wisuda Santri Putri

Para Wisudawati sedang berfoto bersama usai acara pelepasan oleh Bpk Pimpinan Pondok

Ujian Akhir Tahun

Suasana Ujian Akhir Tahun di salahsatu ruang ujian

Pembekalan Santri Kelas Akhir

Pondok Pesantren Al-Mizan tahun ini mengadakan pembekalan santri kelas akhir dengan tema "Hand Writing Analisis/ Graphology" oleh U. Ruli Renata

Pondok Ku

"Oh Pondok ku tempat naung kita dari kecil sehingga dewasa"

Foto Santri Kelas Akhir Putri

Foto Santri kelas akhir Putri bersama Bpk Pimpinan Pondok dan dewan guru Pondok Pesantren Al-Mizan

Foto Santri Kelas Akhir Putra

Foto Santri kelas akhir Putra bersama Bpk Pimpinan Pondok dan dewan guru Pondok Pesantren Al-Mizan

Ujian Tahfidz

Sebelum dilaksanakan Ujian Pondok seluruh santri Tahfidz Pondok Pesantren Modern Al-Mizan melaksanakan Ujian menghafal Al-Qur'an (Ujian Tahfidz)

Silaturahmi KH Hasan Abdullah Sahal

Sikaturahmi KH Hasan Abdullah Sahal Ke Pondok Pesantren Modern AL-MIzan diCikole

Silaturahmi dan Rapat Koordinasi

Bpk Pimpinan Pondok sedang memberikan paparan nya dalam satu di sebuah acara Silaturahmi dan Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat, Pencegahan Penodaan Agama, Terorisme dan Kriminalisasi Pondok Pesantren dan peredaran Narkoba di Pondok Pesantren

Suasana Cikole

Pondok Pesantren Al-Mizan Putri tampak dari atas begitu indah pemandangan nya dengan background gunung

Masjid Putri

Sebuah desain untuk Masjid putri yang telah dimulai pembangunan sejak akhir tahun 2013, mudah-mudahan bisa cepat selesai. Amin

Minggu, 03 Agustus 2014

Kegiatan Ramdhan

Selain di isi dengan tadarrus dan shalat tarawih, suasana bulan ramadhan di Pondok Pesantren Modern Al-Mizan juga dimeriahkan oleh berbagai perlombaan yang bersifat islami, salah satunya Musabaqoh Hifdzul Qur'an (MHQ) atau perlombaan menghafal qur'an yang tidak hanya  melibatkan santri tahfidz tapi seluruh santri Pondok Pesantren Modern Al-Mizan mengikuti perlombaan tsb.

Berikut ini juara-juara dalam perlombaan di bulan ramadhan :

Musabaqoh Hifdzul Qur'an Kategori 1 Juz
Juara 1 Arif Rahman
Juara 2 Hasbi Adimyati

Musabaqoh Hifdzul Qur'an Kategori 3 Juz
Juara 1 Ari Wibawa
Juara 2 Ivan Tanoto

Musabaqoh Hifdzul Qur'an Kategori 5 Juz
Juara 1 Ahmad Nuhat
Juara 2 M Syauqi A

Juara 1 Kategori Mading di dapat oleh Kelas IV TMI
Juara 1 Kategori Khotmul Qur'an di dapat oleh Bryan Al-Vatnoor
Juara 1 Kategori Tahajud Paling Rajin di dapat oleh Kelas II TMI

Minggu, 13 Juli 2014

Silaturahmi IKBA

Silaturahim termasuk akhlak yang mulia. Dianjurkan dan diseru oleh Islam. Diperingatkan untuk tidak memutuskannya. Allah Ta'ala telah menyeru hambanya berkaitan dengan menyambung tali silaturahmi dalam sembilan belas ayat di kitab-Nya yang mulia. Allah Ta'ala memperingatkan orang yang memutuskannya dengan laknat dan adzab, diantara firmanNya,

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِي اْلأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ أُوْلَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ

Artinya: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka.” (QS Muhammad 47:22-23).

Dalam rangka menyambung tali sulaturrahmi antara alumni, maka pengurus IKBA mengadakan Acara Buka Bersama plus santunan untuk nak-anak yatim seluruh alumni Pondok Pesantren Modern Al-Mizan yang telah dilaksanakan pada hari sabtu tgl 12 Juli 2014, walaupun tidak semua alumni hadir tapi acara tersebut cukup meriah, 

Hadir dalam kesempatan itu Bpk Pimpinan Pondok Drs KH Anang Azharie Alie, M.Pd.I, dalam sambutan nya beliau menekankan penting nya acara seperti ini, beliau mengharapkan juga agar acara tersebut bisa dilaksanakan di Pesantren Putra dan Pesantren Putri.


Mudah-mudahan acara seperti ini bisa di hadiri oleh seluruh alumni di tahun-tahun mendatang, agar tali silaturahmi antara alumni tetap terjaga terus. Wassalam

Senin, 07 Juli 2014

Kajian Ramadhan

Kita tahu bahwa bulan Ramadhan adalah kesempatan untuk berbuat baik. Waktu saat itu ternyata memang begitu mudah untuk melakukan kebaikan. Itulah mengapa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam semangat melakukan kebaikan lebih dari waktu-waktu lainnya.
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih banyak lagi melakukan kebaikan di bulan Ramadhan. Beliau memperbanyak sedekah, berbuat baik, membaca Al Qur’an, shalat, dzikir dan i’tikaf.” (Zaadul Ma’ad, 2: 25)
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ لأَنَّ جِبْرِيلَ كَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ يَعْرِضُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – الْقُرْآنَ ، فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ كَانَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar melakukan kebaikan. Kedermawanan (kebaikan) yang beliau lakukan lebih lagi di bulan Ramadhan yaitu ketika Jibril ‘alaihis salam menemui beliau. Jibril ‘alaihis salam datang menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur’an) hingga Al Qur’an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apabila Jibril ‘alaihi salam datang menemuinya, tatkala itu beliau adalah orang yang lebih cepat dalam kebaikan dari angin yang berhembus.” (HR. Bukhari no. 4997 dan Muslim no. 2308)
Dari hadits di atas Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Itu berarti disunnahkan memperbanyak kebaikan di bulan Ramadhan.” Juga kata beliau disunnahkan pula untuk mempelajari Al Quran di bulan tersebut. Lihat Syarh Shahih Muslim, 15: 62.
Berarti kalau kita ada kesempatan berbuat baik, janganlah dilewatkan. Segeralah melakukan kebaikan, mumpung berada di bulan yang mulia. Jangan meremehkan satu kebaikan sedikit pun juga. Walau hanya dengan senyuman manis. Walau hanya dengan sedekah Rp.1000 yang kita miliki. Walau hanya dengan membaca 1 halaman Al Quran setiap harinya. Jangan sampai ada kebaikan yang ditinggalkan selagi kita punya kesempatan.
Jabir bin Sulaim pernah dinasehati oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ
Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.” (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).
Abu Dzar juga pernah dinasehati seperti itu pula,
لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun juga walau engkau bertemu saudaramu dengan wajah berseri” (HR. Muslim no. 2626).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah juga menasehatkan kepada para wanita,
يَا نِسَاءَ الْمُسْلِمَاتِ لاَ تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا ، وَلَوْ فِرْسِنَ شَاةٍ
Wahai para wanita muslimah! Janganlah salah seorang di antara kalian meremehkan pemberian tetangganya walau pemberiannya hanyalah kaki kambing.” (HR. Bukhari no. 2566 dan Muslim no. 1030, dari Abu Hurairah). Walau itu sesuatu yang sedikit jangan dianggap remeh.
Ingatlah bahwa pahala amalan apa pun akan dilipat gandakan di bulan Ramadhan.
Guru-guru dari Abu Bakr bin Maryam rahimahumullah pernah mengatakan, “Jika tiba bulan Ramadhan, bersemangatlah untuk bersedekah. Karena bersedekah di bulan tersebut lebih berlipat pahalanya seperti seseorang sedekah di jalan Allah (fii sabilillah). Pahala bacaaan tasbih (berdzikir “subhanallah”) lebih afdhol dari seribu bacaan tasbih di bulan lainnya.”
An Nakho’i rahimahullah mengatakan, “Puasa sehari di bulan Ramadhan lebih afdhol dari puasa di seribu hari lainnya. Begitu pula satu bacaan tasbih (berdzikir “subhanallah”) di bulan Ramadhan lebih afdhol dari seribu bacaan tasbih di hari lainnya. Begitu juga pahala satu raka’at shalat di bulan Ramadhan lebih baik dari seribu raka’at di bulan lainnya.” (Lathoiful Ma’arif, hal. 270).
Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Sebagaimana pahala amalan puasa akan berlipat-lipat dibanding amalan lainnya, maka puasa di bulan Ramadhan lebih berlipat pahalanya dibanding puasa di bulan lainnya. Ini semua bisa terjadi karena mulianya bulan Ramadhan dan puasa yang dilakukan adalah puasa yang diwajibkan oleh Allah pada hamba-Nya. Allah pun menjadikan puasa di bulan Ramadhan sebagai bagian dari rukun Islam, tiang penegak Islam.” (Idem, hal. 271)
Intinya, di antara alasan pahala suatu amalan bisa berlipat-lipat karena amalan tersebut dilaksanakan di waktu yang mulia yaitu seperti pada bulan Ramadhan. Begitu pula amalan bisa berlipat pahalanya jika dilaksanakan di tempat yang mulia (seperti di Makkah dan Madinah) atau bisa pula berlipat pahalanya karena dilihat dari keikhlasan dan ketakwaan orang yang mengamalkannya. (Lihat Lathoiful Maarif, hal. 269-271).
Hanyalah Allah yang memberi taufik.
Artikel Muslim.Or.Id

Sabtu, 26 April 2014

Santri Al-Mizan Menghadapi Ujian Pondok

Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan tak terasa 1 semester sudah,  proses KBM berjalan. Pada hari senin seluruh santri Pondok Pesantren Al-Mizan akan menghadapi ujian atau yang lebih dikenal dengan ujian pondok, dalam wejangan nya Bpk Pimpinan Pondok menekankan bahwa "Ujian itu bukan untuk mempelajari pelajaran baru, akan tetapi mengulang seluruh pelajaran yang telah di sampaikan oleh guru-guru/ ustad-ustad di kelas" Sebelum Ujian para santri di beri waktu untuk mengulang dan membaca seluruh materi yang akan di ujikan yang dinamakan ayyamul musamahah 

ada beberapa kiat-kiat khusus dalam menghadapi ujian antara lain :

1.       Buat Suasana Belajar Yang Nyaman (kondusif)

Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di Masjid. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain. Hal ini mengingat bahwa masing-masing anak memiliki gaya belajar sendiri-sendiri, sesuaikan dengan diri anda.

2. Pilih Waktu Belajar yang Tepat

Waktu belajar yang paling pas adalah pada saat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar yang sama. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran. Jangan dibiasakan belajar dengan SKS (sistem  kebut semalam):D karena ini tidak memberikan manfaat tapi malah membuat kita lelah.

3. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari

Jika kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru/ustad untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain. Cara belajar ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis. Hal ini perlu dikembangkan karena selain melatih kita untuk berfikir kritis juga akan lebih mengingat dan memahami materi yang baru saja kita pelajari.

4. Mencatat Pokok-Pokok Pelajaran

Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian. Atau kata lain membuat rangkuman materi yang kita pelajari. Bisa juga membuat peta konsep, karena ini akan menambah daya ingat kita akan materi pelajaran.

5. Membaca Adalah Kunci Belajar

Ingat pepatah lama mengatakan, buku adalah jendela dunia. Akan tetapi jika tidak dibaca hal ini juga sama saja, tidak ada artinya. Supaya kita bisa paham, bacalah materi-materi yang sudah di ajarkan guru/ustad dikelas beberapa kali. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.

6. Belajar Itu Memahami Bukan Sekedar Menghapal

Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.

7. Hapalkan Kata-Kata Kunci

Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. 

8. Latih Sendiri Kemampuan Kita

Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.

10. Sediakan Waktu Untuk Istirahat

Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di kamar selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.

Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham.

Yang terakhir adalah persiapkan mental (psikis) kalian, jika materi sudah anda kuasai tanpa didukung dengan mental (psikis) yang baik maka hal itu akan mengurangi kesiapan kita dalam menghadapi ujian. Tidak sedikit yang mengalami demam panggung (grogi, kurang pd) pada saat ujian, hal ini akan membuat konsentrasi kita terpecah dan materi pelajaran yang semula kita kuasa akan lupa pada saat ujian. Anggap ujian itu seperti ulangan harian saja, tidak usah takut, optimis kalau kita bisa.
Mudah-mudahan dengan sedikit tips cara belajar efektif untuk menghadapi ujian ini bisa bermanfaat bagi kita semua.. Amin

Rabu, 16 April 2014

UN 2014 di Ponpes Al-Mizan

Ujian Nasional biasa disingkat UN / UNAS adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandirisecara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.
Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar.
Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan, yang dimaksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score). Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada ujian nasional atau sekolah maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan, kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standard setting.
Manfaat pengaturan standar ujian akhir:

  • Adanya batas kelulusan setiap mata pelajaran sesuai dengan tuntutan kompetensi minimum.
  • Adanya standar yang sama untuk setiap mata pelajaran sebagai standar minimum pencapaian kompetensi.



Alhamdulillah Pesantren Al-Mizan telah menyelesaikan tahapan-tahapan Ujian Nasional, yang dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 14 April 2014 sd 16 April 2014. Seperti Ujian Nasional tahun lalu, Ujian Nasional tahun ini santri putri mengikuti ujian di kampus Putra, mereka datang pagi hari dengan menggunakan Bus Al-Mizan dan siang harinya setelah selesai mereka kembali lagi ke kampus putri. Mudah-mudah an santri Al-Mizan mendapatkan hasil yang terbaik, yaitu lulus dengan hasil yang baik pula. Amin.